Sunday, April 26, 2015

Seandainya


Created by : Yuni Asmara



Andaikan waktu itu terulang kembali
Kan ku perbaiki semua ini
Tapi..
Semua itu telah berlalu
Tak mungkin menjadi seperti dulu
Ohhh waktu...
Dapatkah engkau mengembalikkan waktu yang dulu?
           Seandainya
           Halangan tidak pernah ada
           Mungkin kita akan selalu dan tetap bersama
           Tapi..
           Kenapa kita terpisahkan oleh jarak dan waktu
           Apa arti dari semua ini??
                      Ohhh mengapa?
                      Tuhan ....
                      Dapatkah engkau menjelaskannya
                      Secara rinci kepada ku?
Seandainya ...
Aku dapat bersama mu lebih lama
Tapi..
Tak ku kira secepat ini kan berakhir
Sungguh kecewa yang kurasa
Apa daya ku tak kuasa
           Sering ku mencoba dan terus mencoba
           Tuk mendapatkan kehadiranmu
           Tapi kau tetap menghiraukan ku
           Seakan kau tak pernah mengenalku
Sedih.. sedih dan sedih yang kurasa
Sering ku berpikir
Apa salahku kepadamu
Kau tak pernah menjelaskan sebab kau menjauhi ku
Ku sadari kini mungkin kau telah membenci ku
Tapi..
Aku tetap akan menunggu suatu saat nanti
Sampai kau dapat berbicara denganku
Dan mejelaskan kenapa semua itu terjadi..
I will always waiting you
Promise



*maaf kalo gak nyambung, soalnya masih belajar..hehe 

Saturday, April 25, 2015

Research to Monas

Sepanjang liburan , kami disibukkan dengan tugas tugas semester yang harusnya uts tapi malah diliburkan karena UAS kelas XII. Sehingga tugas tugas pun menumpuk , baik itu praktek maupun teori. kami pun harus mengerjakan semua lks , walaupun ada yang belum  di ajarkan dan belum kami pahami . kemudian ada lagi satu tugas kelompok , yaitu tugas bahasa inggris tentang  Research.  Kami harus merelakan beberapa hari dari liburan kami untuk pergi meneliti ke tempat tempat yang bersejarah atau tempat  yang lainnya sesuai dengan keinginan kelompoknya masing masing.
         Kebetulan aku dan kelompokku mendapatkan tempat research ke national monument atau  MONAS .  Aku mendapatkan beberapa  kendala dengan kelompokku saat akan melakukan perjalanan ke monas, tapi aku sedikit memakluminya,  karena dalam sebuah kelompok pasti selalu ada kekurangan dan kelebihan, jadi  kami pun harus menutupi kekurangan tersebut supaya tugas nya cepat selesai tanpa percekcokan yang tidak jelas.
          Berikut ini sepenggal cerita tentang perjalanan kelompok kami dalam melakukan perjalanan ke monas sampai dengan pulang nya.
          Pagi pagi sekali , sekitar pukul 08.30 WIB aku dan salah satu temanku berkumpul didepan sekolah (SMKN 4 Jakarta Utara). Lalu kami pun menunggu teman  kami yang belum datang. Sejam pun telah berlalu, kami pun mulai kesal Karena mereka belum datang juga ke sekolah. 15 menit setelah itu mereka baru datang , dan langsung mengajak kami untuk mencari tempat duduk  di depan sekolah  untuk bermusyawarah terlebih dahulu.
        Sesudah bermusyawarah kami pun memutuskan untuk pergi ke monas esok hari  dikarenakan matahari sudah mulai meninggi . Lalu  muncul di benak kami kalau kami akan pulang terlambat, jadi kami pun memutuskan untuk tidak pergi hari ini. Setelah selesai bermusyawarah, kami pun pulang ke rumah masing masing.
         Keesokan harinya , kami pun berkumpul lagi di sekolah pukul 09.30 WIB. Selalu dan selalu teman kami yang satu itu datang terlambat lagi. Kami pun sabar menunggu. Beberapa menit kemudian dia pun muncul seperti manusia yang sedang kelelahan. Lalu kami pun segera berangkat menuju stasiun kereta  cakung. Sesampainya di sana kami langsung membeli tiket perjalanan menuju monument nasional  
       Satu jam berlalu dan kereta pun mulai berhenti di stasiun juanda. Kami pun turun dari kereta dan berjalan kaki menuju arah monas, tetapi karena waktu sudah menunjukkan pukul  13.00 WIB , kami pun singgah dulu ke mesjid istiqlal untuk melakukan sholat dzuhur. Setelah selesai sholat , kami mengambil beberapa dokumentasi dari masjid tersebut  dan bermain main sebentar seraya melihat  keindahan masjid terbesar yang ada di ibukota itu.   
         Setelah beberapa lama melepas kelelahan di dalam masjid istiqlal, kami pun melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki lagi menuju national monument. Sesampainya disana , kami langsung menuju gerbang tempat masuk menuju monument nasional. Tapi , kami tidak diizinkan masuk oleh petugasnya dikarenakan national monument telah tutup dan waktu pun sudah menunjukkan pukul 16.00 WIB . Dengan sedikit kecewa, kami pun pulang ke rumah dan berencana untuk kembali lagi pada hari senin.
       Hari senin pun tiba, aku dan kelompokku berkumpul kembali pukul 08.00 WIB di depan rumahku karena takut terlambat lagi menuju national monument. Lalu, kami pun berangkat seperti biasa menuju stasiun kereta. Kebetulan karena hari kerja, jadi kereta nya lumayan kosong sehingga kami bisa mendapatkan tempat duduk. Beberapa menit pun telah berlalu, akhirnya  kami pun sampai di stasiun juanda dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menuju national monument.
       Ketika telah sampai didepan gerbang masuk national monument, pintu gerbangnya tertutup. Kami pun heran dan menunggu beberapa  saat di depan gerbang sampai gerbangnya dibuka. Tapi pintu gerbangnya tak kunjung dibuka, akhirnya kami pun bertanya pada salah satu orang yang ada disana. Dan setelah kami bertanya, ternyata setiap hari senin national monument ditutup, dan pengumuman itu  sudah disiarkan di televisi  sejak bulan januari 2015.
       Akhirnya , dengan berat hati kami memutuskan untuk kembali kerumah dan berencana kembali ke national monument hari rabu . Tapi kami tidak menyerah, karena dibalik itu semua ada hikmahnya . kami tetap sabar dan semangat walaupun sudah 3x ke national monument tanpa memperoleh hasil.
        Hari rabu pun tiba, kami berangkat pukul 10.30 WIB  menuju stasiun kereta seperti biasanya. Sesampainya di stasiun juanda kami pun sholat dzuhur terlebih dahulu di mushola yang ada di stasiun itu, lalu setelah selesai sholat kami pun langsung menuju national monument. Pada hari itu national monument ramai oleh pengunjung. Disana juga banyak sekali orang yang berjualan dan juga turis dari mancanegara serta rombongan anak smp yang sedang melakukan observasi.
      Lalu, kami pun masuk ke dalam national monument dan membeli karcis untuk naik ke atas puncak national monument. Untuk masuk ke puncak monas kami harus mengantri selama kurang lebih setengah jam dikarenakan banyak sekali pengunjung yang datang ke sana pada hari itu.  setelah mengantri cukup lama, tibalah giliran kami untuk naik ke atas puncak. Sesampainya di atas puncak kami merasa senang karena bisa melihat keindahan ibukota . Angin pun mulai berhembus sepoi sepoi.
      Karena  hari sudah beranjak sore serta  awan hitam yang mulai menutupi langit , kami pun memutuskan untuk turun dan segera pulang. Sebelum pulang kami sholat ashar di mushola yang ada di stasiun juanda . dikarenakan perut kami yang mulai keroncongan, kami pun berhenti di salah satu indomaret yang ada disana . kemudian kami pun membeli pop mie sebagai pengganjal perut. Setelah itu , kami menunggu kereta yang datang. Setelah kereta datang, kami pun langsung naik walaupun berdesak desakan karena berbarengan dengan orang yang baru pulang bekerja. Setelah kereta sampai di stasiun cakung, kami pun pulang kerumah masing masing.

       Sekian cerita perjalanan dari kami , walaupun melelahkan tapi menyenangkan . semoga bermanfaat bagi kita semua

Monday, April 20, 2015

My bestfriend forever

kenalin nihh, sahabat aku sejak Mts. nama nya Rifqia nur aisyah :) sekarang dia bersekolah di SMA N 52 jakarta utara . sejak masuk SMA dia sering banget ikut ikut olimpiade gitu, bahkan sering juara. apalagi dia juara kelas mulu.pokoknya sekarang aku makin kagum banget sama dia .Dia orangnya multitalent , apa aja bisa. Oia dia juga kpopers lho dan salah satu idola nya yaitu kyuhyun super junior.. pokoknya masih banyak banget deh cerita yang menarik tentang sahabatku itu. tapi sekarang aku mau tidur dulu ya teman teman, soalnya besok aku harus sekolah .. oyasumi minna :) (y)

*Bogoshippo Rifqia :*

Seandainya

Created by : Yuni Asmara Andaikan waktu itu terulang kembali Kan ku perbaiki semua ini Tapi.. Semua itu telah berlalu Tak...